Gubernur Yang Aneh. Anggaran Naskah Pidato Ahok Tembus 805 juta dan terkesan pemborosan

Anggaran Naskah Pidato Ahok Tembus 805 juta

Razhack News – Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Bestari Barus mengaku heran dengan anggaran naskah pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mencapai Rp805 juta dan itu terkesan pemborosan. Hal itu tertera dalam Kebijakan Umum APBD Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2016.

Bestari mengaku usulan anggaran pidato itu membengkak sehingga dia minta inspektorat untuk segera menelusuri.

“Saya sudah sampaikan juga ke inspektorat. Kan cuma merangkum saja. kenapa biayanya sedemikian tinggi?,” kata Bestari di gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Kalau pun betul, Bestari juga mempertanyakan soal seberapa sering Ahok berpidato dalam satu tahun. Sebab menurutnya, selama ini Ahok tidak terlalu sering berpidato dengan menggunakan teks.

“Sekarang gubernur, dalam satu tahun berapa kali pidato pakai teks? Kan gubernur tidak terlalu banyak pidato pakai teks. Dan angka itu kalau kita bagikan rata dalam satu tahun, sebulan butuh 10 teks, masak 1 pidato aja ngerancangnya mesti Rp8 juta sih?,” ungkap Bestari.

Menurut perhitungannya bila rancangan naskah pidato gubernur per tahun Rp805 juta, maka biaya pidato gubernur per bulannya berkisar Rp68 juta. Bila rata-rata dalam sebulan gubernur berpidato sebanyak sepuluh kali, maka biaya per naskah pidato gubernur Rp6,8 juta.

“Ini kan pakai uang rakyat, jadi kalau uang rakyat gunakanlah ke jalur yang benar, jalur yang pas, yang tidak menyakiti perasaan rakyat,” pesan Bestari.(ss)

Berikan Komentarmu

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!