Media Australia : Ahok Bahaya, Tak Bisa Kontrol Perkataan dan Meledak-Ledak

ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikenal sebagai gubernur yang tidak pernah bisa mengontrol perkataannya. Ahok yang impulsif (meledak-ledak) memunculkan dua kubu terpecah. Ia merupakan gubernur pertama yang mewakili dua minoritas, yaitu beragama Kristen dan beretnis Cina. Dia menimbulkan kontroversi di masyarakat, begitu ulasan media ternama Australia, Sydney Morning Herald, Rabu (19/10).

Ahok juga mempertanyakan adanya larangan penjualan bir di minimarket. Menurut dia, tak seorangpun mati karena minum bir. Selain itu ia juga meminta sekolah-sekolah negeri tak memaksa siswinya memakai jilbab. Ia juga selalu mengatakan tak membutuhkan partai politik untuk mendukungnya. Dia juga dibenci karena melakukan penggusuran warga miskin kota dengan paksa

Presiden Ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengatakan, andai ada alat perekam ajaib, saya akan meletakkan perekam ajaib itu ke mulutnya (Ahok) sehingga ia bisa berkata sesuai dengan keinginan kita. “Namun sayangnya alat perekam ajaib itu tak ada,” katanya mengomentari perilaku Ahok.

PDIP yang dipimpin Megawati pada akhirnya memutuskan untuk mendukung Ahok dalam Pilgub DKI pada Februari 2017. Meskipun, sebelumnya Ahok mengklaim tidak butuh dukungan parpol dan maju lewat jalur independen.

Gubernur yang bicaranya kasar dan terus terang rupanya sangat populer di Jakarta. Ahok yang sebelumnya menjabat wakil gubernur memang pernah diramalkan akan memimpin Jakarta saat Jokowi jadi presiden. Efisiensi yang dilakukan Ahok dan sikapnya yang tegas terhadap korupsi membuat banyak orang memilihnya di mana 95 persen adalah Muslim.

Tetapi, beberapa hari menjelang kampanye Pilgub DKI dimulai pada 26 Oktober mendatang, Ahok sedang diselidiki oleh polisi dalam kasus pelecehan Alquran. Sebelum dugaan penistaan ayat Alquran itu muncul, beberapa ormas Islam menyerukan agar masyarakat Ibu Kota tidak memilih Ahok. Hal itu mengacu kepada penafsiran Surat Al Maidah Ayat 51 larang memilih pemimpin non-Muslim dan pihak lain menafsirkan ayat itu dalam konteks masa perang.

Ahok yang berkunjung ke Kepulauan Seribu, di depan nelayan, ia menyinggung soal Surat Al Maidah Ayat 51. Video itu menjadi viral dan Ahok pun dikecam. Ahok sempat meminta maaf. Namun, seluruh ormas Islam, termasuk dua ormas Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah mendesak polisi untuk mengusut kasus itu hingga tuntas.

Pada Jumat lalu, puluhan ribu anggota ormas Islam turun ke jalan meminta Ahok diperiksa. Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, “investigasi (kasus Ahok) sedang berjalan. Semua orang sama di depan hukum.”

Meski begitu, ada pula pihak yang mendukung Ahok. Salah satunya Masdur Anwar, wakil sekretaris PWNU Jakarta. Dia tidak percaya Ahok telah menghina ajaran Islam.

“Tidak mungkin dia sengaja melakukannya karena akan bunuh diri untuk dia,” kata Anwar. “Itu hanya keseleo lidah. Tapi saya bisa mengerti orang-orang yang berpikir itu merupakan penghinaan. Mungkin itu adalah akumulasi perasaan [kebencian] tentang cara Ahok berbicara.”

Berita Lainnya

Berikan Komentarmu

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!