Ngulah Lagi. Ahok Dilaporkan ke Bawaslu Karena Acungkan Dua Jari di Persidangan

Ngulah Lagi. Ahok Dilaporkan ke Bawaslu Karena Acungkan Dua Jari di Persidangan

Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) kembali akan melaporkan Calon Gubernur DKI Jakarta pasangan nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ketua ACTA, Krist Ibun, mengatakan kali ini yang dilaporkan pihaknya adalah terkait gestur dua jari Ahok di persidangan kasus penistaan agama siang tadi.

Kepada wartawan di kantor Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP), Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016), Krist Ibnu mengatakan gestur dua jari itu adalah salam dua jari, yang merupakan bagian dari kampanye pasangan nomor urut 2.

Kata dia, tidak seharusnya Ahok melakukan hal tersebut.

“Kampanye itu tidak boleh di institusi pemerintahan, di fasilitas umum. Itu kan gedung pengadilan, tidak boleh,” ujarnya.

Hari ini juga ACTA akan menyambangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, untuk melaporkan aksi Ahok yang menurutnya telah menggelar kampanye di tempat yang tidak seharusnya.

Krist Ibnu mengatakan pelaporan kali ini adalah pelaporan keenam yang dilakukannya.

Sebelumnya, ACTA sudah melaporkan Ahok antara lain terkait dugaan kampanye dengan memanfaatkan fasilitas pemerintah di Pulau Pramuka pada akhir September lalu, serta pernyataan Ahok soal surat Al Maida ayat 51, yang akhirnya membuat Ahok menyandang status terdakwa.

Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta Muhammad Jufri, dalam kesempatan terspisah mengaku belum tahu aksi Ahok di persidangan tadi.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan pengkajian untuk kemudian memutuskan apakah hal itu termasuk pelanggaran atau tidak.

“Kita akan lihat dulu, saya kan belum lihat, setelah kita lihat baru kita putuskan,” terangnya.

Muhammad Jufri mengatakan di persidangan kasus penistaan agama dengan Ahokk sebagai terdakwa di gedung bekas Pengadilan Negri Jakarta Pusat tadi pagi, Bawaslu tidak mengirimkan anggotanya untuk mengawasi.

Berita Lainnya

Berikan Komentarmu

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!